-----------------------Saya Ingatkan..!! Cerita Ini Bukanlah Sekedar Dari Bohongan-----------------------------
Peraturan :
Sebelumnya tidak pernah terjadi apa-apa dirumahku meskipun tetangga kanan kiri kerap memperingatkan ku tentang sosok genderuwo yang sering mengganggu pasangan pengantin baru di area asrama, sehingga aku tidak terlalu cemas bila tidur sendirian malam itu.
Dan malam itu antara sadar dan tidak sadar aku terbangun karena mendengar suara sepatu PDL (sepatu tentara yang tebal dan berat) lengkap dengan suara langkah kaki khas suamiku di luar jendela. Awalnya aku sempat curiga kalau itu bukan suami ku. Aku langsung melihat jam dinding di kamarku. Di mataku kala itu sudah jam 05.10, dan seperti janji suami ku kemarin dia akan membawakan ku bunga teratai dari kolam depan piketan untuk acara organisasi istri prajurit subuh ini.
Aku bergegas membukakan pintu depan rumah kami. Tapi aku tidak menemukan suamiku meskipun sudah aku panggil berkali-kali. Karena suamiku suka mencandaiku, maka aku pikir dia sedang mempermainkanku. Jadi aku tetap tidak sadar. Ku bukakan pintu samping rumah kami (rumah kami bentuk L) tapi tetap saja tidak ada.
Aku masih berpikir positif. Aku langsung kebelakang dan bergegas menampi beras. Inilah awal kecurigaanku. Biasanya bu Ansori tetangga sebelah rumah ku jam segitu sudah pada ribut dengan suara tangisan anak-anaknya yang susah dibangunkan untuk pergi sekolah.
Dengan perasaan curiga, aku masuk lagi ke dalam rumah karena suami ku tidak kunjung masuk. Sambil mencari suamiku, aku kembali melihat jam. Dan betapa kagetnya aku setelah benar-benar berusaha melihat dengan benar, ternyata saat itu bukanlah jam 05.10, tapi jam 02.30. Dengan perasaan takut aku langsung masuk meletakkan begitu saja beras dalam tampah yang sedang aku tampi tadi dan langsung menutup pintu rumahku dengan tergesa-gesa dan buru-buru masuk kedalam kamar lagi.
Paginya jam 05.45 suamiku benar2 baru pulang. Dan ketika aku ceritakan pada suamiku. Suamiku mengaku tidak pulang semalam dan ibu-ibu di asrama ini ternyata juga memang sering diganggu oleh genderuwo yang bisa menyerupai manusia itu.
Besoknya setelah kami adakan yanisan kecil-kecilan di rumah, genderuwo itu tidak lagi datang mengganggu.
Penulis : Pristia
Terima Kasih
Salam ( Horor )
Peraturan :
- Dilarang Mengikuti Kegiatan Yang Ada Di Dalam Cerita Ini (Kecuali Yg Baik)
- Dilarang Sharing Postingan Ini Kepada Teman Anda Yang ( Penakut )
- Jika Ada Yang Trauma Karena Cerita Dari Pihak Kamu ( Kami Tidak Bertanggung Jawab)
- CERITA INI BUKANLAH SEKEDAR DARI BOHONGAN ATAU TIPUAN TERMASUK BENAR..!!!
Sebelumnya tidak pernah terjadi apa-apa dirumahku meskipun tetangga kanan kiri kerap memperingatkan ku tentang sosok genderuwo yang sering mengganggu pasangan pengantin baru di area asrama, sehingga aku tidak terlalu cemas bila tidur sendirian malam itu.
Dan malam itu antara sadar dan tidak sadar aku terbangun karena mendengar suara sepatu PDL (sepatu tentara yang tebal dan berat) lengkap dengan suara langkah kaki khas suamiku di luar jendela. Awalnya aku sempat curiga kalau itu bukan suami ku. Aku langsung melihat jam dinding di kamarku. Di mataku kala itu sudah jam 05.10, dan seperti janji suami ku kemarin dia akan membawakan ku bunga teratai dari kolam depan piketan untuk acara organisasi istri prajurit subuh ini.
Aku bergegas membukakan pintu depan rumah kami. Tapi aku tidak menemukan suamiku meskipun sudah aku panggil berkali-kali. Karena suamiku suka mencandaiku, maka aku pikir dia sedang mempermainkanku. Jadi aku tetap tidak sadar. Ku bukakan pintu samping rumah kami (rumah kami bentuk L) tapi tetap saja tidak ada.
Aku masih berpikir positif. Aku langsung kebelakang dan bergegas menampi beras. Inilah awal kecurigaanku. Biasanya bu Ansori tetangga sebelah rumah ku jam segitu sudah pada ribut dengan suara tangisan anak-anaknya yang susah dibangunkan untuk pergi sekolah.
Dengan perasaan curiga, aku masuk lagi ke dalam rumah karena suami ku tidak kunjung masuk. Sambil mencari suamiku, aku kembali melihat jam. Dan betapa kagetnya aku setelah benar-benar berusaha melihat dengan benar, ternyata saat itu bukanlah jam 05.10, tapi jam 02.30. Dengan perasaan takut aku langsung masuk meletakkan begitu saja beras dalam tampah yang sedang aku tampi tadi dan langsung menutup pintu rumahku dengan tergesa-gesa dan buru-buru masuk kedalam kamar lagi.
Paginya jam 05.45 suamiku benar2 baru pulang. Dan ketika aku ceritakan pada suamiku. Suamiku mengaku tidak pulang semalam dan ibu-ibu di asrama ini ternyata juga memang sering diganggu oleh genderuwo yang bisa menyerupai manusia itu.
Besoknya setelah kami adakan yanisan kecil-kecilan di rumah, genderuwo itu tidak lagi datang mengganggu.
Penulis : Pristia
Terima Kasih
Salam ( Horor )

0 komentar:
Posting Komentar
Mohon Bagi Para Yang Suka Horor SILAHKAN COMMENT Dan yang bagus komennya :D
fOLLOW GW BALES FOLLOW
Salam Horor :)